MASIGNCLEAN103

Saham Vs Reksadana Saham, Bagus Mana Untuk Pemula ?

Saham Vs Reksadana Saham


MASRISKI.COM - Sekarang ini masyarakat sudah melek akan investasi. Ada sangat banyak jenis investasi yang ada. Salah dua yang paling umum dikenal adalah reksadana dan saham. Nah, pada artikel ini akan kita bahas Saham Vs Reksadana Saham, Bagus Mana Untuk Pemula ? Dari berbagai sudut pandang dan poin kelebihan dan kekurangan masing-masing akan dituliskan langsung ditiap poin sudah pandang.

Saham Vs Reksadana Saham

Pembukaan Rekening

Sebelum memulai untuk melakukan investasi kita perlu tahu bagaimana kemudahan dalam pembukaan rekening investasti. Dari sisi ini, reksadana adalah pemenanngnya. Sekarang sudah ada banyak sekali website yang menyediakan pembukaan akun reksadana secara online. Juga dari kecepatan pembukaan akun hanya hitungan 1-2 hari kerja. Cara daftarnya juga hanya membutuh email dan foto KTP kamu saj lo.

Sedangkan untuk saham pembukaannya jaub lebih sulit. Kita perlu mendaftarkan ke broker saham atau mendaftarkan ke bank sekuritas untuk membuka rekening saham. Selain itu, dari waktu yang digunakan paling cepat adalah 7 hari kerja apabila berkas sudah lengkap dan benar.

Modal Awal Saham Vs Reksadana Saham

reksadana vs saham

Jika sobat tidak ada masalah dengan modal, mungkin poin ini bisa langsung dilewati. Namun, untuk sobat yang dananya terbatas penting untuk mengetahui hal ini. Sebenarnya antara reksadana saham dan saham sendiri tidak membutuhkan banyak modal untuk melakukannya.

Di reksadana saham kita bisa memulai investasi mulai dari Rp 100.000 saja. Selain itu, walaupun kita hanya memulai dengan uang 100 ribu sudah otomatis dilakukan divertifikasi pembelian saha oleh manajer investasi karena juga ada aturan yang mengikat tentang berapa banyak dana yang boleh untuk dibelikan sebuah saham.

Sedangkan untuk saham, memang kita bisa mulai dari dengan 100 ribu pada bebarapa perusahaan sekuritas. Namun, dengan modal tersebut kita akan kesulitan untuk melakukan divertifikasi. Bahkan untuk membeli 1 lot saham yang berkualitas saja masih kurang. Untuk poin ini, reksadana kembali menang.

Pengelolaan Reksadana Saham Vs Saham

Pengelolaan juga menjadi penting untuk sobat yang waktunya terbatas atau masih membutuhkan waktu dalam belajar dunia pasar modal. Di reksadana saham akan mengelola uang kita dengan baik. Kita hanya perlu mencari manajer investasi yang kita inginkan. Sisanya biarkan mereka menentukan di mana modal kita akan ditaruh.

Sedangkan untuk saham kita harus melakukannya secara mandiri. Untuk kita yang baru di dunia saham sedikit banyak akan kesulitan. Perusahaan mana yang bagus untuk kita beli sahamnya ? Bagaimana kondisi perusahaan yang bagus ? Setidaknya kita memerlukan waktu untuk belajar dan ada kemungkinan besar untuk rugi dalam waktu yang cepat. Walaupun reksadana saham juga tidak menjanjika keuntungan secara cepat, setidaknya manajer investasi memiliki pengetahuan yang lebih luas dari orang awam.

Kepemilikan Saham dan Reksadana Saham

reksadana saham vs saham


Jika mengacu bagaimana kepemilikan kita terhadap sebuah perusahaan. Pada reksadana saham uang kita dikelola oleh manajer investasi. Jadi kita tidak memiliki kepemilikian secara langsung kepada perusahaan yang sahamnya dibeli oleh manajer investasi. Kepemilikan yang ada menjadi nama dari perusahaan manajer investasi.

Berbeda dengan saham yang kita bisa memiliki kepemilikan langsung terhadap sebuah perusahaan yang kita investasikan. Memang tidak ada pengaruh secara signifikan terhadap modal yang kita investasikan, tetapi rasa kepemilikan untuk beberapa orang menjadi faktor penting.

Keuntungan Reksadana Saham Vs Saham

Bicara tentang keuntungan, keduanya tidak ada yang memberikan jaminan keuntungan. Keduanya sama-sama bisa rugi dan untung dalam jangka waktu yang sama. Sebab, reksadana saham dan saham sama-sama berdasarkan kondisi ekonomi global, nasional dan perusahaan emitan yang kita investasikan.

Jika kita berbicara keuntungan dari capital gain, saham memang terlihat lebih besar. Walaupun perubahan hargnya cukup tipis (jika naik) akan lebih berpengaruh kepada modal kita, begitupun sebalinya. Apabila terjadi penurunan akan lebih terasa dalam saham.

Sedangkan untuk reksadana kita adalah membeli harga unit yang dipatok oleh perusahaan manajer investasi. Apabila ada kenaikan biasanya tidak terlalu terasa. Namun, apabila ada penurunan juga tidak terlalu signifikan. Walaupun sebagian portofolio saham sedang turun masih ada beberapa emiten yang bertahan atau naik karena divertifikasi yang dilakukan oleh manajer investasi.

Kemudian ada keutungan yang tidak dimiliki oleh reksadana saham bila dibandingkan saham. Di reksadana saham kita tidak mendapatkan deviden sedangkan di pasar modal (saham) kita bisa mendapatkan deviden.

Memang secara angka besar kecilnya deviden tergantung pada nilai investasi kita. Apabila kita memiliki jumlah lembar yang banyak kita bisa mendapatkan deviden yang banyak pula. Namun, deviden paling banyak hanya dibagi 2 kali setahun dan besarannya rata-rata 2-3% dari harga sahamnya. Setidaknya kita mendapatkan benefit lebih dan bisa kita investasikan ulang ke dalam bentuk lembaran saham.


Resiko Saham dan Reksadana Saham

resiko saham dan reksadana saham

Sebenarnya keduanya memiliki resiko yang sama-sama besar karena keduanya bergantung pada hal yang sama. Namun lagi-lagi karena kita sudah melakukan divertifikasi saham melalui manajer investasi kita bisa menghindari kerugian yang lebih dalam. Sedangkan saham kita hanya bisa melakukan cut loss apabila kerugian sudah terlalu dalam.

Kesimpulan Saham Vs Reksadana Saham

Tidak ada nilai mutlak yang menentukan lebih bagus mana antara reksadana saham dan saham itu sendiri. Apabila kita sudah mengerti dan bisa melakukan divertifikasi saham secara mandiri, beberapa poin di atas tidak berlaku karena kita sudah melakukan hal yang sama dengan para manajer investasi yang berbeda hanyalah besaran modalnya.

Namun, untuk teman-teman yang benar-benar awam dan membutuhkan waktu untuk mempelajari dunia saham secara langsung. Ada baiknya langsung membuka akun reksadana saham dari pada uang kita tidak terpakai selama kita berusahan mendalami dunia pasar modal.

Jika kita berbicara dalam konidi modal yang sama. Reksdana saham jauh unggul dalam segala hal kepraktisan. Sedangkan untuk saham lebih high risk high return. Kita bisa mendapatkan keuntungan yang lebih tapi juga dihadapkan resiko yang lebih besar.

Saya sendiri lebih memilih melakukan kedua hal tersebut. Mengelola saham secara pribadi, tetapi juga memiliki reksadana saham dibeberapa manajer investasi. Namun, untuk prosentasi sendiri masih lebih banyak di saham karena saya merasa lebih leluasa menempatkan modal. Lagi-lagi pilihan ada ditangan Anda - MASRISKI.COM

Share This :