Jumat, 08 November 2019

Mau Beli Surat Utang Negara Ritel ? Ini Jenis dan Keuntungannya

investasi surat utang negara

MASRISKI.COM - Obligasi atau surat utang negara adalah surat berharga negara yang dikeluarkan oleh negara guna pembiayaan negara. Obligasi negara ini ada dua jenis, yaitu ritel dan korperasi. Kali ini akan kita bahas Keuntungan dan Jenis Surat Utang Negara Ritel.

Pembiayaan melalui penerbitan surat utang negara ini adalah untuk memebuhi kebutuhan dan diversifikasi pembiayaan APBN. Juga untuk mengurangi ketergantungan negara pendapatan dari pajak dan modal asing. Sebab, jenis-jenis yang saya sebutkan di bawah hanya bisa dibeli oleh investor dalam negeri saja. Apalagi sekarang sudah serba online, jadi pembeliannya tidak perlu ribet tapi tetap aman. Ditambah dengan minimal pembelian yang rendah, bisa menjangkau investor ritel.

Keuntungan Membeli Surat Utang Negara

  • Dijamin Negara. Sangat cocok untuk tipe investor yang konservatif karena aman dijamin oleh undang-undang.
  • Minimal pembelian rendah
  • Imbal hasil lebih besar dari deposito bank.
  • Pengenaan pajak lebih rendah, dibandingkan depostio
  • Capital gain (untuk Sukuk Ritel dan Obligasi Ritel)
  • Investasi dana dari rakyat, untuk kepentingan rakyat dan dikembalikan dalam bentuk fasilitas dan kupon.

Kekurangan Surat Utang Negara

  • Kurangnya likuiditas, baik saat pembelian dan penjualan.

Saving Bond Ritel (SBR)

apa itu Saving Bond Ritel

Saving Bond Ritel atau SBR adalah instrumen pembiayaan negara yang ditawarkan pada individu atau perseorangan ritel warna Negara Indonesia. SBR ini salah satu favorit obligasi ritel pemerintahan karena menjadi yang pertama obligasi ritel yang bisa dibeli secara full online.

Keuntungan SBR sendiri sama dengan obligasi lainnya, yaitu mendapatkan kupon setiap bulan. Besaran kupon adalah floating with floor. Misalnya pada SBR008 yang memiliki kupon 7,20% per tahun. Angka tersebut didapatkan dari BI 7 Day Reverse Repo Rate ditambah dengan spread sebesar 1,70%. Kupon ini tidak akan turun walaupun BI menurunkan suku bunga acuan, tetapi akan naik apabila.

Jangka waktu yang ditawarkan adalah 2 tahun dengan minimal pembelian Rp 1 juta saja sedangkan untuk maksimal pembeliannya adal Rp 3 milyar. Namun, untuk investor yang membeli di atas Rp 2 juta dapat melakukan early redemption setelah tahun pertama sebesar 50%. Kemudian dari sisi pengenaan pajak, hanya dikenakan 15% dari kupon yang diterima setiap bulan.

Sukuk Tabungan (ST)

apa itu Sukuk Tabungan

ST secara teori sama persis dengan SBR di atas. Hanya saja dikelola dengan menggunakan prinsip syariah dan dinyatakan oleh Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI). Dana yang berhasil dikumpulkan digunakan  untuk pembelian hak manfaat barang milik negara untuk disewakan kepada pemerintah dan pengadaan proyek untuk disewakan kepada pemerintah. Imbal hasil yang diberikan berasal dari keuntungan brupa uang sewa (ijarah).

ST sendiri ada dua jenis, ST biasa dan ST Green. ST biasa akan dikelola untuk mendukung pembangunan nasional dan membiayai infrastruktur. Sedangkan untuk Sukuk Green digunakan untuk pembiayaan proyek ramah lingkungan di lima faktor. Untuk kekurangannya sendiri sama dengan SBR. Pertama, tidak likuid alias tidak bisa dicairkan sesuai kebutuhan. Kemudian pembelian harus sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.

Obligasi Ritel (ORI)

keuntungan Obligasi Ritel

ORI ini secara prinsip sama dengan SBR. Namun, mulai dari ORI seri ORI016 sudah bisa dibeli secara full online lewat lembaga yang sudah ditunjuk. Bedanya dengan SBR, adalah tenornya. Pada SBR tenornya 2 tahun, pada ORI ini tenornya adalah 3 tahun. Untuk ORI016 yang baru saja dikeluarkan digunakan untuk pembiayaan peningkatan SDM. Sebelumnya, ORI ini minimal pembeliannya adalah Rp 5 juta, tetapi pada aturan baru dibuat seperti SBR agar bisa lebih dijangkau oleh investor ritel kecil.

Perbedaan lainnya dengan SBR adalah ORI memiliki kupon tetap. Untuk dasar perhitungannya sama, BI 7 Day Reverse Repo Rate ditambah dengan spread sebesar 1,70%. Namun, kupon ini tidak akan naik ataupun turun hingga tenor selesai. Perbedaan terakhir adalah bisa diperjualbelikan di pasar sekunder demostik. Jadi, keuntungannya selain mendapatkan kupon tiap bulan, juga berpotensi mendapatkan capital gain dari penjualan ORI ini.

Sukuk Ritel (ST)

keuntungan Sukuk Ritel

Jika Sukuk Tabungan hampir sama dengan SBR. Maka SR ini hampir sama dengan ORI, tetapi dijalankan dengan prinsip syariah. Semua metodenya sama, minimal pembelian satu juta, tenor tiga tahun, imbal hasil yang diberian tetap dan bisa diperjualbelikan di pasar sekunder dalam negeri. SR ini digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Misalnya pada SR-011 digunakan untuk pembangunan jalur kereta api trans Sulawesi, Lintas Makassar dan Pare-Pare Sulawesi Selatan. Keudian Jembata Holtekam Jayapura,, Jembatan Petuk Kupang NTT, Gedung Perkuliahan Institut Teknologi Sumatera, Lamung, Laboratorium BIO Safety Level 3 LIPI Jabar. Terakhir Jalan Regional Tayang - Tanjung - Sanggau, Kalimantan Barat.

1 komentar: